| foto ketika ujian kompetensi yang bertepatan pada hari ulang tahun, btw gue yang kanan |
Waktu begitu cepat berlalu, akhirnya waktu yang dinantikan itu tiba yaitu UNBK (Ulangan Nasional Berbasis Komputer) terus terang gak ada tekanan sama sekali ketika gua ngerjain soal ujian tersebut yaa biasa biasa aja gitu, tapi yang jadi tekanan nya itu setelah lulus gua mesti ngapain. 4 hari berlalu ujian pun selesai rasa bingung dan khawatir masih ada di perasaan gua. Akhirnya disaat itu juga gua menyusun rencana untuk masa mendatang, rencana pertama gua kuliah kemudian lulus lalu mewujudkan cita cita sembari bekerja, dan rencana kedua gua kerja ngumpulin modal jika dirasa mampu, kuliah sambil kerja ketika lulus kuliah mewujudkan cita cita, gua menyusun semua rencana sedemikian rupa yang beranggapan bakal berjalan sesuai dengan apa yang gua gambarkan.
Akhirnya gua langsung pergi ke sekolah untuk daftar tes SBMPTN, gua langsung menemui Pak Dedi Rustandi (ketua jurusan), dengan senang hati dia nganter gua ke ruangan Tata Usaha dan di pertemukannya gua dengan Pak Riki, Sedikit basa basi dan sedikit perbincangan serius akhirnya gua dapat selembaran jadwal dan kartu tes SBMPTN, gua masih inget tes nya itu di Sukabumi dan gua milih jurusan Antropologi Budaya (yang gua gak ngerti ini apaan) di ISBI, ilmu komunikasi di UNPAD, dan Ilmu Komunikasi yang gua lupa lagi nama PTN nya. Setelah sampai dirumah rasa bingung dan khawatir pun muncul kembali (bangsat lah) apa gua yakin bakal suka sama jurusan yang gua pilih dengan random itu (btw gua pengen masuk jurusan TV & Film) itu lah yang buat gua mikir 2 kali. Setelah gua pertimbangkan kayaknya jurusan yang gua ambil gak cocok, belum lagi ongkos dari Cipanas ke Sukabumi itu mahal menurut gua dan uang jajan gua pun lagi seret pada saat itu.
Beberapa hari kemudian ada pengumuman tentang bea siswa kuliah ke Taiwan (menarik nih), tiba tiba gua serasa terpanggil gitu dan juga secara tiba tiba Pak Riki nge Whatsapp gua, nanya "mau ikut bea siswa ke Taiwan gak?", dengan percaya diri nya gua langsung jawab pertanyaan itu seperti seorang pria dewasa "mau pak", waktu itu gua gak peduli sama jurusan yang gua tempuh yang penting kuliah gratis (emang tolol sih gua). Nah tes pun dimulai, ada sekitar 50 orang siswa dan beberapa alumni juga yang ikut bea siswa ini yang dikumpulkan dalam 1 ruang kelas. Kami langsung dipertemukan dengan orang Taiwan nya (gua lupa lagi namanya) dan seorang bapak bapak yang gua perdebatkan apakah dia orang Indonesia bisa bahasa Taiwan atau orang Taiwan yang bisa bahasa Indonesia, dan 1 orang pejabat (kalo tak salah), kami langsung diberikan wejangan dan bagaimana proses pembelajaran disana, asrama, status kami di Taiwan sana, jurusan yang ada disana (sependengaran gua sih elektro sama perhotelan), dan persyaratan untuk melanjutkan ke proses selanjutnya. Sepulang ke rumah rasa bingung pun datang lagi (bangsat lah) gua gak takut untuk ninggalin Mama gua di Indonesia, toh masih bisa Video Call, yang jadi permasalahan nya. Apakah gua bakal suka dengan jurusan yang gua tempuh? seolah olah hati kecil gua menolak akan tawaran bea siswa ke Negeri sebrang sana. gua langsung Whatsapp wali kelas untuk menyampaikan bahwa ketidaksediaan gua akan bea siswa tersebut, ini emang peluang emas gua tapi yaa mau gimana lagi kalo gua melakukan sesuatu hal yang gua belum tentu suka takutnya menyesal dikemudian hari, beberapa hari kemudian pak Dede Ismail nelpon Mama gua untuk menyelesaikan persyaratan untuk bea siswa tapi gua bicara baik baik untuk tidak melanjutkan Program bea siswa tersebut.
Setelah kejadian SBMPTN dan Program Bea Siswa ke Taiwan, gua langsung nyari kerjaan di aplikasi Job Streat sesuai saran dari abang gua Alfian namanya. Setelah nyari nyari ada yang cocok lalu gua Whatsapp dan mendapat panggilan ke Bekasi untuk melaksanakan Interview ke PT. RAP, yang gua herankan Lowongan yang gua tuju di internet itu bukan PT. RAP tapi yaa gua mikir kayaknya ini vendornya atau apalah. Dengan uang seadanya dan memegang prinsip YOLO, setelah shalat Shubuh gua langsung berangkat untuk memenuhi panggilan tersebut. Berbekal doa dari Mama, gua semakin yakin pasti dapat pekerjaan yang layak. Selepasnya gua sampai disana, gua bingung yang bisa gua lihat hanya bangungan ruko dengan tulisan PT. RAP JASA CONSULTAN JOB, anjir lah gua kira Perusahaan gede atau apa gitu dan gak sesuai dengan apa yang dituliskan secara Online, tapi karena rasa penasaran yaudah gua langsung datang dan memenuhi panggilan, gua langsung dipertemukan dengan laki laki yang gua gak tau namanya dan senyumnya itu kayak orang jahat yang ada di sinetron RCTI atau SCTV. sedikit basa basi yang cukup singkat kemudian dia masuk pada inti dari percakapan tersebut, yaitu "Jika kamu ingin melanjutkan tes selanjutnya kamu harus bayar administrasi Rp. 400.000" gua heran dong belum juga dapet kerja udah ngeluarin modal aja, dengan polosnya gua kasih Rp. 100.000 sebagai uang muka, dan gua melaksanakan tes tulis, karena masih ada panggilan untuk esok hari gua memutuskan untuk menginap di rumah Uwa (kakak nya mama), disana gua nelpon Mama gua dan meminta pendapat, terus terang ketika gua menadapat telpon itu mereka kaya gak terlalu yakin gua dapat kerjaan disana. Karena gua anak nya teh panasaran yaudah dengan polosnya gua selesaikan administrasi dan langsung mendapat panggilan untuk bertemu Bu Ayu (kayaknya Pimpinan Perusahaan tersebut) hal yang gua tangkep dari pembicaraan dengan ibu ibu ini adalah "kalian akan ditempatkan di Perusahaan besar seperti karawang, pulo gadung, jakarta, cikarang dll. salah satu nya PT YAMAHA yang bergerak di bidang otomotif, nah untuk tes nya kami akan memberikan kunci kepada kalian untuk bisa masuk ke perusahaan tersebut, dan untuk mendapatkan kunci tersebut kalian harus bayar sekitar.... bla bla bla" (bangsat emang) setelah keluar dari ruko tersebut, mata gua berkaca kaca kayak udah ga ada harapan lagi. Gua kesel, marah, depresi, stress semua di bercampur menjadi satu. Gua pulang dengan perasaan sedih dan tidak membawa hasil yang di ekspetasikan, sesampainya dirumah Mama duduk disamping gua dan bilang "berarti itu bukan rezeki kamu, jadi iklas kan saja", setelah mendengar kata kata dari Mama rasanya perasaan gua sedikit demi sedikit mulai membaik seperti memberikan harapan jika gua masih memiliki peluang untuk menjadi orang yang sukses.
Selang beberapa hari kakak perempuan gua nyaranin untuk tanya soal lowongan pekerjaan ke Abang gua yang kebetulan sudah kerja lama di Cikarang, dengan sigap gua langsung Whatsapp dan ternyata harapan pun datang menghampiri gua bahwa masih ada lowongan kerja di tempat dia bekerja. Dia langsung memberikan daftar apa saja yang harus gua lampirkan di surat lamaran gua seperti SKCK, Ijazah terakhir, KK, KTP, Akte, Pas Foto, NPWP, dan sertifikat pendukung sebagai bahan pertimbangan. Dalam 2 hari semua persyaratan sudah gua selesaikan dan disaat itu juga gua pergi ke kantor pos untuk mengirim kan surat lamaran tersebut dengan memakai kurir yang paling murah, 3 hari kemudian gua mendapatkan panggilan langsung bekerja, akhirnya setelah 2 bulan terakhir keputusan gua udah bulat dan yakin akan pekerjaan ini.
Banyak hal yang gua pelajari dari kejadian 2 bulan kebelakang, yaa seperti mendengarkan apa yang orang lain katakan, jangan jadikan hal itu sebagai perintah akan tetapi jadikan hal itu sebagai saran lakukan tidak lakukan keputusan ada di tangan gua. Gua tau kalau cita cita gua itu pengen masuk dalam industri film entah jadi sutradara, kameramen, editor, aktor, tukang angkat genset, atau konsumsi yang penting gua masuk dalam 'Credit' film layar lebar tetapi kenyataan nya gua malah kerja di Pabrik (HAHAHAH) sangat bertolak belakang bukan? semua ini terjadi karena adanya proses mau lu kuliah dulu, atau kerja dulu, ataupun lu nganggur proses setiap orang itu beda beda, ngomong ngomong gua jadi inget video motivasi dari Jay Shetty yang berjudul 'Before You Feel Pressure' (tonton deh) , gua yakin kalau kunci sukses itu bagaimana mana kita menghargai proses yang kita lalui, ditambah dengan konsisten dalam mewujudkan cita cita, gua yakin apa yang kita impikan insya Allah akan terwujud...
Salam dari Fauzan, Terima kasih sudah membaca :)
*koreksi jika ada kalimat yang kurang tepat
0 comments:
Post a Comment