Friday, 28 December 2018

Published December 28, 2018 by with 0 comment

MENJADI BAIK ITU TIDAK BAIK

hanya pemanis :)
     
     Pasti beberapa dari kalian tidak ada yang setuju dengan pendapat gua tapi disini gua cuma pengen ngasih tau jikalau terlalu baik belum tentu baik untuk diri kita sendiri, secara hak kita semua boleh menolak tapi karena ketidak enakan kepada orang yang bersangkutan, kita memaksa diri kita untuk melakukan apa yang mereka minta atau perintah. Disini gua bercerita sesuai apa yang gua alamin beberapa bulan kebelakang.

     Gua masih inget waktu itu hari minggu yang cerah suasana yang cukup adem yang tak biasanya dimiliki oleh kota cikarang membuat gua semakin banyak bersyukur dengan apa yang rasakan saat itu, tapi semua berubah ketika tukang fooging datang kerumah. Waktu itu pukul 11 pagi gua mendengar suara yang cukup menggangu dari luar ternyata itu tukang fooging nyamuk dan gua mikir kayaknya ini gratis (mungkin), setelah beberapa saat ada yang mengetuk pintu kontrakan dengan penasaran gua buka ternyata seorang ibu ibu yang membawa buku dan 1 kantong plastik, gua langsung tanya dia "ada apa bu?" tiba tiba ibu itu ngasih gua 2 kantong kecil zat kimia buat pencegahan nyamuk demam berdarah yang disimpannya di tangan gua dengan singkat ia berbicara "ini obat buat pencegahan DBD cara pakai nya tinggal taburin kantong ini ke bak mandi aa terus aa harus bayar 20 ribu" asli itu ngehe banget menurut gua bayangin aja gitu baru buka pintu terus lu disuruh pegang 2 kantong obat DBD yang belum jelas keasliannya kemudian lu mesti bayar 20 ribu buat bayar semua yang dia lakukan? karena gua gak enak sama si ibunya dan lagi obat nya lagi gua pegang dengan terpaksa gua bayar si ibu ibu kampret ini. Setelah gua tutup pintu gua baru inget kalo wc kontrakan gua itu gak pake bak mandi tapi pake ember, karena gua bingung gua ambil gelas terus gua seduh tuh obat nyamuk al hasil gua koma dirumah sakit selama 2 minggu (canda deng :v).

     Kejadian selanjutnya saat ditempat kerja waktu itu temen gua manggil terus nanya soal keuangan gua, seketika gua langsung mikir 'kayaknya mau minjem duit nich' dan ternyata dugaan gua bener alasan dia mau minjem duit itu mau dipake buat bayar pajak motor dengan nada yang agak berat gua bilang "iya nanti mikir mikir dulu". Karena gua masih karyawan baru terus terang agak takut sebenarnya, ketika gua pulang ke kontrakan gua langsung ngobrolin temen gua yang mau minjem duit ini sama abang gua, dia bilang "dia mah pasti lama bayar hutang nya tapi tetep dibayar kok" sebenarnya gua punya perasaan gak enak soal ini karena uang itu suatu hal yang sensitif, tapi karena gua kasian dengan manusia ini jadi gua kasih pinjem dia uang sebesar 150 ribu, selang beberapa lama udah mau 2 bulan ni orang kok gak mau bayar kecurigaan gua mulai muncul dan saat kita bertemu dia mau bahas soal hutang dia ke gua tiba tiba dia masang muka memelas kalau dia juga punya hutang ke bank, anak sakit, bayar kontrakan, belanja bulanan ini itu dan lain lain sepertinya dia memberi tahu semua kesengsaraan nya ke gua, sedikit percaya tapi gua agak kasian juga jika semua yang dia ceritakan itu benar dengan nada seperti malaikat gua bilang "yaudah santai aja, bayarnya pas lagi ada uang ajalah". Setelah pemikiran yang cukup lama gua mulai mengikhlas kan uang tersebut anggap aja buat bantu keuangan dia ajalah tapi kalau di bayar hutangnya sih lebih baik :). Masuk bulan bulan desember, kemarin pas hari rabu (26/12/2018) dia nanya lagi soal hutang tersebut seolah olah 'luka yang sudah terobati kembali terbuka' dia minta maaf kalau hutangnya masih belum bisa dibayar dan diakhir pembicaraan dia bilang "lagi megang uang gak?" perasaan gua mulai gak enak dia bilang pengen minjem uang lagi buat berobat anak nya terus terang gua kasian tapi dia nanya nya pas akhir bulan dan lagi hutang sebelumnya aja belum di bayar meskipun gua udah melupakan uang tersebut terus mama gua pengen minta duit buat renovasi rumah (bingung gak?).

     Dari kejadian ini gua tiba tiba inget film SpongeBob yang episode 'Snail Baits' yang bercerita makanan keong yang sedang diterkenal di Bikini Bottom singkat cerita si SpongeBob membelikan makan keong ini untuk si Gary keong peliharaannya, kabar baiknya Gary sangat menyukai makanan tersebut  kabar buruknya ketika makanan tersebut habis dia mengeong ngeong meminta makanan tersebut setiap hari jam menit dan detik, yang membuat SpongeBob harus berkorban untuk mencari makanan tersebut ke seluruh penjuru samudera, hingga pada akhirnya dia diberi nasehat oleh sahabatnya Patrick untuk mengatakan 'tidak' kepada Gary dan si Gary pun mengerti juga berhenti mengeong ngeong.

     Gua emang orang yang polos setiap permintaan orang lain pasti gua iyain tanpa mikir panjang tetapi sebagai manusia kita juga punya hak untuk menolak sesuatu, jangan terlalu memaksakan diri sendiri apalagi yang mengakibatkan fisik, keungan, dan waktu lu hanya karena gak enak sama orang yang bersangkutan. Sebelum membantu orang lain cukupkan lah diri lu sendiri sebelum ke orang lain dan satu hal lagi ketika membantu orang lain harus ikhlas jangan sampai ada rasa terpaksa, dan ya gua udah mulai belajar banyak hal ketika gua baru keluar sekolah (6 bulan yang lalu) ternyata banyak pelajaran tentang kehidupan yang belum gua rasakan hingga saat ini.

Salam dari Fauzan, Have a great day :)
*maaf jika ada salah kata

Read More

Monday, 17 December 2018

Published December 17, 2018 by with 0 comment

MASA DEPAN: ANTARA KULIAH DAN KERJA

foto ketika ujian kompetensi yang bertepatan pada hari ulang tahun, btw gue yang kanan
Semua berawal ketika gua genap berusia 18 tahun, gak seperti biasanya. Kalo dulu ulang tahun itu bahagia, traktir temen, yaa kesan nya happy happy lah.Tetapi untuk ulang tahun ke 18 ini gua malah bingung sekaligus khawatir, karena bentar lagi lulus dari sekolah.

Waktu begitu cepat berlalu, akhirnya waktu yang dinantikan itu tiba yaitu UNBK (Ulangan Nasional Berbasis Komputer) terus terang gak ada tekanan sama sekali ketika gua ngerjain soal ujian tersebut yaa biasa biasa aja gitu, tapi yang jadi tekanan nya itu setelah lulus gua mesti ngapain. 4 hari berlalu ujian pun selesai rasa bingung dan khawatir masih ada di perasaan gua. Akhirnya disaat itu juga gua menyusun rencana untuk masa mendatang, rencana pertama gua kuliah kemudian lulus lalu mewujudkan cita cita sembari bekerja, dan rencana kedua gua kerja ngumpulin modal jika dirasa mampu, kuliah sambil kerja ketika lulus kuliah mewujudkan cita cita, gua menyusun semua rencana sedemikian rupa yang beranggapan bakal berjalan sesuai dengan apa yang gua gambarkan.

Akhirnya gua langsung pergi ke sekolah untuk daftar tes SBMPTN, gua langsung menemui Pak Dedi Rustandi (ketua jurusan), dengan senang hati dia nganter gua ke ruangan Tata Usaha dan di pertemukannya gua dengan Pak Riki, Sedikit basa basi dan sedikit perbincangan serius akhirnya gua dapat selembaran jadwal dan kartu tes SBMPTN, gua masih inget tes nya itu di Sukabumi dan gua milih jurusan Antropologi Budaya (yang gua gak ngerti ini apaan) di ISBI, ilmu komunikasi di UNPAD, dan Ilmu Komunikasi yang gua lupa lagi nama PTN nya. Setelah sampai dirumah rasa bingung dan khawatir pun muncul kembali (bangsat lah) apa gua yakin bakal suka sama jurusan yang gua pilih dengan random itu (btw gua pengen masuk jurusan TV & Film) itu lah yang buat gua mikir 2 kali. Setelah gua pertimbangkan kayaknya jurusan yang gua ambil gak cocok, belum lagi ongkos dari Cipanas ke Sukabumi itu mahal menurut gua dan uang jajan gua pun lagi seret pada saat itu.

Beberapa hari kemudian ada pengumuman tentang bea siswa kuliah ke Taiwan (menarik nih), tiba tiba gua serasa terpanggil gitu dan juga secara tiba tiba Pak Riki nge Whatsapp gua, nanya "mau ikut bea siswa ke Taiwan gak?", dengan percaya diri nya gua langsung jawab pertanyaan itu seperti seorang pria dewasa "mau pak", waktu itu gua gak peduli sama jurusan yang gua tempuh yang penting kuliah gratis (emang tolol sih gua). Nah tes pun dimulai, ada sekitar 50 orang siswa dan beberapa alumni juga yang ikut bea siswa ini yang dikumpulkan dalam 1 ruang kelas. Kami langsung dipertemukan dengan orang Taiwan nya (gua lupa lagi namanya) dan seorang bapak bapak yang gua perdebatkan apakah dia orang Indonesia bisa bahasa Taiwan atau orang Taiwan yang bisa bahasa Indonesia, dan 1 orang pejabat (kalo tak salah), kami langsung diberikan wejangan dan bagaimana proses pembelajaran disana, asrama, status kami di Taiwan sana, jurusan yang ada disana (sependengaran gua sih elektro sama perhotelan), dan persyaratan untuk melanjutkan ke proses selanjutnya. Sepulang ke rumah rasa bingung pun datang lagi (bangsat lah) gua gak takut untuk ninggalin Mama gua di Indonesia, toh masih bisa Video Call, yang jadi permasalahan nya. Apakah gua bakal suka dengan jurusan yang gua tempuh? seolah olah hati kecil gua menolak akan tawaran bea siswa ke Negeri sebrang sana. gua langsung Whatsapp wali kelas untuk menyampaikan  bahwa ketidaksediaan gua akan bea siswa tersebut, ini emang peluang emas gua tapi yaa mau gimana lagi kalo gua melakukan sesuatu hal yang gua belum tentu suka takutnya menyesal dikemudian hari, beberapa hari kemudian pak Dede Ismail nelpon Mama gua untuk menyelesaikan persyaratan untuk bea siswa tapi gua bicara baik baik untuk tidak melanjutkan Program bea siswa tersebut.

Setelah kejadian SBMPTN dan Program Bea Siswa ke Taiwan, gua langsung nyari kerjaan di aplikasi Job Streat sesuai saran dari abang gua Alfian namanya. Setelah nyari nyari ada yang cocok lalu gua Whatsapp dan mendapat panggilan ke Bekasi untuk melaksanakan Interview ke PT. RAP, yang gua herankan Lowongan yang gua tuju di internet itu bukan PT. RAP tapi yaa gua mikir kayaknya ini vendornya atau apalah. Dengan uang seadanya dan memegang prinsip YOLO, setelah shalat Shubuh gua langsung berangkat untuk memenuhi panggilan tersebut. Berbekal doa dari Mama, gua semakin yakin pasti dapat pekerjaan yang layak. Selepasnya gua sampai disana, gua bingung yang bisa gua lihat hanya bangungan ruko dengan tulisan PT. RAP JASA CONSULTAN JOB, anjir lah gua kira Perusahaan gede atau apa gitu dan gak sesuai dengan apa yang dituliskan secara Online, tapi karena rasa penasaran yaudah gua langsung datang dan memenuhi panggilan, gua langsung dipertemukan dengan laki laki yang gua gak tau namanya dan senyumnya itu kayak orang jahat yang ada di sinetron RCTI atau SCTV. sedikit basa basi yang cukup singkat kemudian dia masuk pada inti dari percakapan tersebut, yaitu "Jika kamu ingin melanjutkan tes selanjutnya kamu harus bayar administrasi Rp. 400.000" gua heran dong belum juga dapet kerja udah ngeluarin modal aja, dengan polosnya gua kasih Rp. 100.000 sebagai uang muka, dan gua melaksanakan tes tulis, karena masih ada panggilan untuk esok hari gua memutuskan untuk menginap di rumah Uwa (kakak nya mama), disana gua nelpon Mama gua dan meminta pendapat, terus terang ketika gua menadapat telpon itu mereka kaya gak terlalu yakin gua dapat kerjaan disana. Karena gua anak nya teh panasaran yaudah dengan polosnya gua selesaikan administrasi dan langsung mendapat panggilan untuk bertemu Bu Ayu (kayaknya Pimpinan Perusahaan tersebut) hal yang gua tangkep dari pembicaraan dengan ibu ibu ini adalah "kalian akan ditempatkan di Perusahaan besar seperti karawang, pulo gadung, jakarta, cikarang dll. salah satu nya PT YAMAHA yang bergerak di bidang otomotif, nah untuk tes nya kami akan memberikan kunci kepada kalian untuk bisa masuk ke perusahaan tersebut, dan untuk mendapatkan kunci tersebut kalian harus bayar sekitar.... bla bla bla" (bangsat emang) setelah keluar dari ruko tersebut, mata gua berkaca kaca kayak udah ga ada  harapan lagi. Gua kesel, marah, depresi, stress semua di bercampur menjadi satu. Gua pulang dengan perasaan sedih dan tidak membawa hasil yang di ekspetasikan, sesampainya dirumah Mama duduk disamping gua dan bilang "berarti itu bukan rezeki kamu, jadi iklas kan saja", setelah mendengar kata kata dari Mama rasanya perasaan gua sedikit demi sedikit mulai membaik seperti memberikan harapan jika gua masih memiliki peluang untuk menjadi orang yang sukses.

Selang beberapa hari kakak perempuan gua nyaranin untuk tanya soal lowongan pekerjaan ke Abang gua yang kebetulan sudah kerja lama di Cikarang, dengan sigap gua langsung Whatsapp dan ternyata harapan pun datang menghampiri gua bahwa masih ada lowongan kerja di tempat dia bekerja. Dia langsung memberikan daftar apa saja yang harus gua lampirkan di surat lamaran gua seperti SKCK, Ijazah terakhir, KK, KTP, Akte, Pas Foto, NPWP, dan sertifikat pendukung sebagai bahan pertimbangan. Dalam 2 hari semua persyaratan sudah gua selesaikan dan disaat itu juga gua pergi ke kantor pos untuk mengirim kan surat lamaran tersebut dengan memakai kurir yang paling murah, 3 hari kemudian gua mendapatkan panggilan langsung bekerja, akhirnya setelah 2 bulan terakhir keputusan gua udah bulat dan yakin akan pekerjaan ini.

Banyak hal yang gua pelajari dari kejadian 2 bulan kebelakang, yaa seperti mendengarkan apa yang orang lain katakan, jangan jadikan hal itu sebagai perintah akan tetapi jadikan hal itu sebagai saran lakukan tidak lakukan keputusan ada di tangan gua. Gua tau kalau cita cita gua itu pengen masuk dalam industri film entah jadi sutradara, kameramen, editor, aktor, tukang angkat genset, atau konsumsi yang penting gua masuk dalam 'Credit' film layar lebar tetapi kenyataan nya gua malah kerja di Pabrik (HAHAHAH) sangat bertolak belakang bukan? semua ini terjadi karena adanya proses mau lu kuliah dulu, atau kerja dulu, ataupun lu nganggur proses setiap orang itu beda beda, ngomong ngomong gua jadi inget video motivasi dari Jay Shetty yang berjudul 'Before You Feel Pressure' (tonton deh) , gua yakin kalau kunci sukses itu bagaimana mana kita menghargai proses yang kita lalui, ditambah dengan konsisten dalam mewujudkan cita cita, gua yakin apa yang kita impikan insya Allah akan terwujud...

Salam dari Fauzan, Terima kasih sudah membaca :)
*koreksi jika ada kalimat yang kurang tepat
Read More